Jenis Penyakit Kanker Darah

Penyakit kanker darah putih merupakan salah satu bentuk proliferasi dalam sel-sel yang membentuk darah yang kemudian menjadi ganas. Jenis penyakit kanker darah atau penyakit leukemia ini terbagi menjadi dua, yakni penyakit leukemia  limfositik akut, penyakit leukemia limfositik kronis, penyakit leukemia myeloid akut, dan penyakit leukemia myeloid kronis. Jenis penyakit kanker darah akut ini biasanya dialami oleh mereka yang masih berusia ekitar 4 tahun dan jarang di derita oleh mereka yang berusia diatas 30 tahun. Pada penyakit leukemia limfositik akut ini biasanya inflotrasi pada sumsum tulan oleh sel limfoblastiknya akan menyebabkan penyakit anemia, mudah memar pada kulit, dan bisa mudah mengalami infeksi.

Obat-tradisional-kanker-darah

Sedangkan pada jenis penyakit darah leukemia limfositik kronis biasanya terjadi pada mereka yang sudah berusia lanjut dengan limfodenopati generalisata yang juga mengalami peningkatan dalam jumlah leukosit atau sel darah putih yang juga diseryai dengan limfositosis. Sedangkan pada perjalanan pda penyakit leukemia limfositik kronis ini biasanya bersifat jinak dan dari indikasi pengobatannya adalah dilakukan hanya jika gejala muncul.

Jenis penyakit kanker darah yang ketiga adalah leukemia myeloid kronis. Biasanya penyakit kanker darah ini muncul pada mereka yang berusia pruh baya, penyakit ini ditandai dengan anemia yang terjadi secara diam-diam, penurunan dari bobot badan, mengalami demam, dan juga jumlah sel darah putih yang tinggi yang disertai dengan krusir myeloid pada sumsum tulang dan pada darah tepi atau darah perifer. Gejala selanjutnya adalah pembengkakan yang terjadi pada hati. Biasanya pada mereka yang mengalami masalah kanker darah ini  leukosit yang mengandung kromosom dari Philadelphia, yang merupakan suatu translokasi dari gen di region suatu kelompok pemecahan pada lengan panjang kromosom 22 pada posisi yang dekat dengan gen c-abl pada kromosom 9.

Leukemia myeloid akut yang bisa saja terjadi pada segala usia. Namun jarang terjadi pada usia anak-anak. Mieloblas yang bisa menginfiltrasi terjadinya sumsum tulg dan juga ditemukan didalam darah. Biasanya gejalanya adalah anemia, pendarahan dan juga infeksi.

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Darah Putih

Penyakit kanker darah putih adalah bertambahnya jumlah sel, sehingga menjadi banyak dan tak terkendali. Pada penderita penyakit kanker darah ini, tubuh menghasilkan sel darah putih yang sangat banyak bahkan dapat memakan sel darah merah atau keping darah.

Penyakit kanker darah putih disebabkan oleh bahan-bahan karinogen, yaitu bahan-bahan yang dapat menimbuklkan kanker jika berada di dalam tubuh. Penyakit kanker darah putih atau leukimia disebabkan oleh kondisi meningkatnya jumlah sel darah putih (leukosit) yang tak matang (abnormal), menurunnya jumlah sel darah merah (eritrosit) dan berkurangnnya kepingan darah (trombosit) dalam darah. Orang yang terserang penyakit leukimia akan menderita kekurangan darah (anemia) dan mudah terkena infeksi penyakit.

Penyakit kanker darah putih dapat disebabkan oleh virus, radiasi sinar gelombang pendek, atau gabungan beberapa faktor yang membuat terjadinya penyimpangan (aberasi) kromosom yang melibatkan perpindahan atau kelainan pada basa DNA onkogen. DNA onkogen adalah gen yang dapat menyebabkan kanker.

Serangan virus pada bagian sel-sel darah merah ini akan menyebabkan tercampurnya sel darah bersih dengan bakteri-bakteri yang merugikan. Kondisi demikian sangat berpengaruh terhadap sirkulasi dan peerdaran darah di dalam tubuh. Akibatnya tubuh menjadi panas dingin. Panas dingin ini disebabkan oleh terjadinya penolakan zat antibodi dalam tubuh terhadap virus yang masuk sehingga gesekan dan perubahan dal sel-sel darah. Gesekan ini akan menghasilkan panas berlebih di dalam tubuh. Ini menyebabkan suhu di dalam tubuh berbeda dengan suhu di luar tubuh. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh terasa panas dingin atau demam.

 

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Leukimia Akut

Semakin dini leukimia di  deteksi semakin mudah pengobatannya. Dan, semakin dini pula leukimia diobati maka semakin mudah penyembuhannya. Penyembuhan leukimia ini bisa dilakukan dengan kemoterapi dengan memberikan obat antikanker atau sirostika.

Pada jenis leukimia kanker darah tertentu dilakukan terapi biologi untuk meningkatkan daya tahan alami tubuh terhadap kanker. Diberikan melalui suntikan didalam pembuluh darah balik. Bagi pasien dengan leukimia limfositik kronis, menggunakan terapi biologi jenis antibodi monoklonal yang akan mengikatkan diri pada sel-sel leukimia.

Terapi peyakit kanker darah ini memungkinkan sistem kekebalan untuk membunuh sel-sel leukimia di dalam darah dan sumsum tulang. Bagi penderita dengan leukimia mieloid kronis, terapi biologi yang digunakan adalah bahan alami bernama interferon untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel leukimia. Jalan terapi selanjutnya dapat dilakukan melalui radioterapi dengan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel lukimia. Sebuah mesin besar mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel-sel leukimia ini, Beberapa pasien mendapatkan radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh. Radiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum transplantasi sumsung tulang.

Terobosan terbaru adalah transplantasi sel induk atau sel tunas (stem cell). Contoh penggunaan terapi stem cell yang sudah sering didengar adalah transplantasi sumsum tulang untuk penderita keganasan hematologis seperti leukimia maupun kelainan genetik seperti thalassemia. Kesulitan cara ini adalah pemenuhan syarat mutlak kecocokan HLA (Human Leukocyte Antigen) 100% antara donor dan penerima. Disamping stem cell dari sumsung tulang, diusahakan pula stem cell  dari darah tepi dengan teknik penyaringan tertentu.

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Leukimia

Penyebab leukimia belum diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, sangat sulit bagi kita untuk menghindarinya. Namun demikian, setidaknya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terhadap frekuensi leukimia. Beberapa faktor tersebut ialah sebagai berikut :

1. Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung ialah sebagai berikut:

  • Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukimia 
  • Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukimia
  • Leukimia ditemukan pada korban hidup setelah kejadian bom atom Horshima dan Nagasaki

2. Faktor leukemogenik

Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi daat memperngaruhi frekuensi leukimia :

  • Racun lingkungan seperti benzona
  • Bahan kimia industri benzena 
  • Obat untuk kemoterapi

3. Epidemiologi

  • Di Afrika, 10-20% penderita LMA memiliki kloroma disekitar orbit mata 
  • Di Kenya, Tiongkok, dan India, LMK mengenai penderita berumur 20-4- tahun
  • Pada orang Asia Timur dan India Timur jarang ditemui LLK.

4. Herediter
Penderita sindrome down memiliki insidensi leukimia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

5. Virus 
Virus dapat sebagai menyebabkan penyakit leukimia seperti retrovirus, virus leukimia feline, HTLV-1 pada dewasa.

 

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Leukimia

Leukimia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dan sel lainnya. Leukimia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam. Ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk  darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan didalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukimia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Perkembangan leukimia atau kanker darah ini hingga sekarang belum dideteksi secara dini. Penyakit ini merupakan kanker yang mematikan dan belum bisa dicegah dan cara penyembuhannya pun masih menjadi bahan perdebatan. Ada beberapa zat dan bahan penyebab yang bisa menimbulkan kanker, makanya berhati-hatilah mengonsumsi makanan dan minuman yang menggunakan zat pewarna. Ada juga beberapa jenis makanan yang cukup akrab dalam keseharian masyarakat diduga sebagai pemicu timbulnya kanker darah seperti ikan asin, ikan teri, oncom dan tempoyak.

Leukimia ini merupakan suatu penyakit poliferasi neoplastik yang sangat cepat dan progresif pada sumsum tulang. Proses diferensiasi dari sel-sel leukimia ini biasanya tidak matang. Akumulasi sel abnormal dari sel blast jenis tertentu akan menimbulkan gangguan sistem pembentukan hormon sel darah merah, gangguan sistem untuk  pembentukan leukosit dan gangguan sistem pembentukan trombosit. Kanker darah tidak menular dan bukan merupakan penyakit keturunan, tetapi kanker darah itu bersifat familiar.

Leukimia akut dan kronis merupakan suatu bentuk keganasan atau maligna yang muncul dari kebanyakan klonal sel-sel pembentuk sel darah yang tidak terkontrol. Mekanismen kontrol seluler normal mungkin tidak bekerja dengan baik akibat adanya perubahan pada kode genetis yang seharusnya bertanggungjawab atas pengaturan pertumbuhan sel dan diferensiasi.

Sel-sel leukimia menjalani waktu daur ulang yang lebih lambat dibandingkan sel normal. Proses pematangan atau maturasi berjalan tidak lengkap dan bertahan hidup lama dibandingkan sel sejenis yang normal.

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Pada Leukimia

Darah tali pusat ialah darah yang tertinggal didalam pusat dan plasenta setelah kelahiran dan setelah tali pusat di potong. Masyarakat terbiasa membuangnya karena kotor. Pada masa kini, darah tali pusat menjadi harapan baru penyembuh berbagai macam penyakit non genetis.

Pada saat kehamilan, tali pusat berfungsi sebagai saluran kehidupan antara sang anak dan ibu. Darah tali pusat terdiri dari sel punca yang sehat dan saat ini digunakan dalam pengobatan untuk lebih dari 80 penyakit termasuk leukimia, lymphoma, dan neuroblastama.

Darah tali pusat kaya akan haemopoeitik, yang merupakan sumber pembentuk darah dan sistem kekebalan tubuh dan berpotensi dimasa depan membentuk jaringan saraf, kulit, tulang, jantung, organ endokrin, dan lain-lain. Memperolehnya bisa dari embrio (setelah pembuahan luma hingga tujuh hari), zigot (janin berumur dibawah lima hari), organ-organ janin (darah, plasenta, dan tali pusat janin), serta manusia dewasa (sumsum tulang dan darah tepi).

Sel punca dari darah tali pusat bayi istimewa karena sifatnya masih naif dan muda. Karakternya yang haematopoietic memiliki kemampuan unik untuk menyesuaikan diri dengan berbagai jenis darah dewasa- dapat mengganti sel darah yang rusak dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Ia bisa dimanfaatkan menyembuhkan leukimia, talasemia (hemoglobin tak normal, yang merupakan penyakit keturunan), dan kanker getah bening. 

Menyimpan darah tali pusat anak di bank tali pusat, saat kehamilan berlangsung sudah harus mendaftarkan diri ke bank tali pusat. Setelah menandatangani kontrak, akan dibekali kit pengambilan darah yang berisi kantong darah, tabung untuk menyimpan darah ibu, dan alat untuk mengambil darah. Kit tersebut diserahkan kepada dokter kandungan yang membantu persalinan. Bank tali pusat bisa dihubungi 24 jam. Mereka akan mengatur pengambilan, pengiriman, dan pemrosesan darah tali pusat dengan segera.

Darah tali pusat diambil tepat beberapa setelah proses kelahiran bayi. Tali pusat yang terhubung dengan plasenta (ari-ari) diklem dan di potong. Dokter akan mengambil darah sekitar 22,5 ml dari tali pusat, kemudian disimpan dalam kantong steril. Didalam 22, 5 ml darah yang diambil tersebut bisa didapat sekitar 800 juta stem cell.

Setelah dikirim ke bank tali pusat, proses selanjutnya adalah memeriksa terlebih dahulu kondisi darah ibu yang diambil bersama darah tali pusat. Bila sudah tercemar oleh bibit penyakit seperti AIDS, cytomegalovirus atau hepatitis, proses penyimpanan darah tali pusat tidak dilanjutkan. Sel punca disimpan diruang pengawetan dalam  tabung nitrogen cair yang bersuhu minus 196 derajat celcius di cord blood bank (bank darah tali pusat).

Selama penyimpanan di bank tali pusat, digunakan pemantauan kondisi sel punca  secara periodik agar mutunya selalu terjaga. Penyimpanan bisa dilakukan selama pemilik darah tali pusat menginginkannya. Dengan teknologi kedokteran yang canggih, populasi sel punca di bank tali pusat bisa diperbanyak. Jadi, pemilik tidak usah khawatir kehabisan stok sel punca. Hal ini akan membantu dalam pengobatan leukimia.

 

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , | Leave a comment

Ciri Kanker Darah

Darah memiliki peranan yang sangat penting dalam tubuh. Setiap sejengkal dari bagian tubuh kita mengandung darah. Dahulu dikenal sebagai penyakit kelainan darah, seseorang yang menderita kelainan darah memerlukan penanganan serius, umumnya seseorang yang menderita kelainan darah tidak dapat bertahan lama. Kelainan darah muncul akibat faktor resiko yang mungkin diturunkan oleh salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat atau risiko pada penyakit kelainan darah.

Kanker darah yang dikenal sebagai penyakit kanker yang berbahaya dapat dikatakan adalah penyakit yang diadaptasi oleh kelainan darah. Kanker darah yang mungkin terjadi pada anak, kenali gejala yang terjadi pada anak, seperti wajah pucat, lesu. Kemungkinan hal ini disebabkan karena anak kekurangan sel darah merah. Selain itu mengalami demam karena infeksi, mungkin demam dapat bisa disembuhkan dengan obat penurun demam, tapi tak lama kemudian demam akan timbul kembali.

Gejala seperti diatas hampir sama dengan gejala pada penyakit demam berdarah. Penyebab yang terjadi hingga menimbulkan gejala seperti diatas, disebabkan oleh banyak hal yakni terpapar radiasi secara langsung, kurangnya asupan zat besi dan kalsium yang sangat dibutuhkan tulang sebagai masa pertumbuhan secara normal.

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Kanker Darah

Gejala penderita leukuemia tergantung pada jumlah sel-sel leukemia dan letak sel-sel tersebut menumpuk didalam tubuh. Orang-orang yang menderita leukemia kronis mungkin tidak memiliki gejala. Berikut gejala umum lekukemia kronis yang biasa ditemui :

1. Peningkatan kelenjar getah bening di leher atau ketiak yang biasanya tidak terasa sakit

2. Demam atau berkeringat pada malam hari

3. Sering terjadi iritasi

4. Merasa lemah atau lelah

5. Perdarahan dan mudah memar, seperti gusi berdarah, bercak keunguan di kulit atau bintik-bintik merah kecil dibawah kulit.

6. Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut. Hal ini disebabkan oleh pembengkakan di hati atau pankreas.

7. Bobot badan turun drastis tanpa sebab yang jelas

8. Nyeri pada tulang atau sendi

Jika anda menemukan gejala-gejala diatas, pastikan segera berkonsultasi dengan dokter agar penyakit anda dapat didiagnosis dan diobati sedini mungkin.

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kanker Darah Leukemia

Kanker darah atau leukimia adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel darah . Istilah leukemia mencakup keganasan yang terjadi pada sel-sel darah putih, sel-sel darah merah (erythroleukemia) atau elemen lainnya pada darah, dan sumsum tulang belakang.

Sumsum tulang penderita leukemia akan membuat sel darah putih yang tidak normal. Tidak seperti sel darah normal, sel-sel tidak normal tersebut tidak mati ketika sehausnya mati. Sel-sel tersebut tetap memproduksi sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal. Hal inilah yang menyebabkan kesulitan bagi sel-sel darah normal untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya.

Anatomi Sel Darah

Kebanykan sel-sel darah berkembang dari sel-sel yang ada disumsum tulang yang disebut sel-sel induk. Sel induk dewasa menjadi berbagai jenis sel darah dan masing-masing sel darah tersebut memiliki pekerjaan khusus. Sel darah manusia terdiri atas jenis sebagai berikut :

1. Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih terdiri atas 3 macam, yaitu granulosit, limfosit dan monosit. Fungsi utama sel darah putih adalah melawan infeksi.

2. Sel darah merah (Eritrosit)

Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke jaringan seluruh tubuh.

3. Trombosit

Trombosit berguna dalam proses pembekuan darah

Sel darah putih, sel darah merah dan trombosit dibuat dari sel-sel batang yang dibutuhkan tubuh manusia. Ketika sel-sel darah menjadi tua atau rusak, sel tersebut akan mati dan digantikan oleh sel-sel baru.

Posted in Penyakit Kanker Darah | Tagged , , , | Leave a comment